Wahai Warga Kab Cirebon, Jangan BAB Sembarang Lagi ya..

oleh -43 views
DEKLARASI: Wakil bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih menyaksikan deklarasi ODF, Selasa (20/1) FOTO. DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
DEKLARASI: Wakil bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih menyaksikan deklarasi ODF, Selasa (20/1) FOTO. DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Kabupaten Cirebon inginkan sampai dengan tahun 2024, bebas dari buang air besar sembarangan. Hal ini bertujuan agar wilayah dengan 424 desa/kelurahan ini terbebas dari berbagai macam penyakit.

Menurut Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi dalam deklarasi Open Defection Free (ODF) bersama 122 desa dan kelurahan, Selasa (20/4) bahwa deklarasi ini sebagai wujud dari gerakan nyata pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan.

“Deklarasi ini agar masyarakat tidak membuang air besar sembarangan dan ini dampaknya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten cirebon,” tuturnya.

Pemdes maupun Kelurahan, lanjut wanita yang biasa disapa Ibu Ayu ini,  harus memberikan pemahaman kepada warganya agar tidak buang air besar sembarangan.

Baca juga: Ada 19 Ribu NIK Belum Valid pada DTKS, Kadinsos Kab Cirebon: Sudah Tervalidasi Sekitar 151 ribu

“Para kuwu harus mengedukasi kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan pada hari ini deklarasi,” tuturnya.

Sebab, kata Ibu Ayu ketika warga membuang air besar sembarangan maka akan banyak penyakit yang menyerang. “Yang kita inginkan 2024 kabupaten cirebon terbebas dari buang besar sembarangan,”katanya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni MKes mengatakan melakukan edukasi warga agar tidak buang air besar sembarangan merupakan tugas bersama, tidak hanya pada seorang kuwu ataupun lurah. “Semua harus bersinergi agar masyarakat BAB-nya di jamban yang sehat,” ujarnya.

Baca juga: Rugi! Sejak Disegel Satpol PP, Pegadang di Kios Mega Gebang Tak Bisa Jualan

Eni mengungkapkan, warga yang tidak mempunyai kamar mandi bisa memanfaatkan kamar mandi atau WC, baik itu fasilitas umum seperti sekolah maupun masjid atau tetangganya untuk tidak lagi membuang air besar sembarangan.

“Untuk masyarakat tidak buang besar sembarangan tidak harus punya WC. Contoh, kalau mereka punya tanah cuma segitu-gitunya sementara dia berperilaku sudah hidup sehat, ini nggak mesti mereka punya WC bisa ikut ke sekolah atau jamban komunal yang bersama-sama,” tuturnya.

Untuk program jambanisasi, dijelaskan di desa ada anggaran pembuatan jamban. Bahkan beberapa desa dan kecamatan sudah menganggarkan ppembangunan 10 jamban setiap tahunnya. (den/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *