Tiongkok dan Jepang Bisa Kelola FABA Secara Optimal, Indonesia?

oleh -29 views
FOTO. DOKUMEN RADAR CIREBON
FOTO. DOKUMEN RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Soal pemanfaatan limbah batu bara atau fly ash bottom ash (FABA), Tiongkok sudah melakukannya dengan optimal dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Menurut Direktur Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, bahwa Tiongkok telah behasil memanfaatkan limbah FABA yang dihasilkan dari PLTU mereka menjadi sesuatu yang bernilai.

“Tiongkok dengan sumber batu bara dari Indonesia telah melakukan pemanfaatan sebanyak 67,1 persen,” ujae Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana dalam diskusi virtual tentang pemanfaatan FABA yang dilansir dari Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (1/4).

Selain negeri Tirai Bambu, lanjut Rida, ada Jepang yang pemanfaatan FABA-nya sudah mencapai diatas 90 persen. “Bisa disebutkan Jepang itu telah mencapai hampir 97 persen,” lanjutnya.

Rida mengapresiasi, dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, limbah FABA dikeluarkan dari kategori limbah beracun dan berbahaya (B3).

Baca juga: Fakta!!Limbah Debu Batubara PLTU Bisa Bermanfaat Lho, PLN Siap Mengoptimalkannya

Seperti terjadi di China dan Jepang, ia berharap kedepannya limbah batu bara itu bisa dimanfaatkan secara optimal untuk sesuatu yang lebih produktif. Ia pun merujuk pada suatu teknologi yang mampu merubah FABA menjadi bahan material beton.

“Jadi, mereka sudah memanfaatkan FABA terlebih dahulu dan ini bisa kita contoh. Indonesia sendiri FABA dari  PLTU belum termanfaatkan hingga saat-saat kemarin itu dengan baiknya,” ungkapnya.

Dia ingin dengan diberlakukannya peraturan turunan UU Cipta Kerja, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang mengeluarkan FABA dari golongan limbah B3, mampu mendorong percepatan dan perluasan pemanfaatan limbah tanpa menuai polemik.

“Seperti potensi untuk pencampuran bahan baku beton, sektor pertanian, perbaikan lingkungan di pertambangan, reklamasi pasca tambang, dan mungkin dan stabilisasi lahan,” ucapnya.

Dijelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun prosedur untuk pengolahan limbah FABA. Melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) ini, nantinya akan menjadi acuan bagi industri untuk memanfaatkan limbah batu bara tersebut.

“Kami sedang lakukan finalisasi SOP penggunaan dan pengelolaan FABA ini.  Agar FABA nantinya bisa dikelola dengan baik,” pungkasnya. (fin/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *