Tertarik Menjadi Petani Milenial Juara, Inilah Profil Brainy Brilliant

oleh -92 views
TERTARIK: Milenial asal Desa Cikembar Kabupaten Sukabumi, Brainy Brilliant menjadi salah satu peserta program Petani Milenial Juara dengan usaha membudidayakan burung puyuh. FOTO. HUMAS JABAR
TERTARIK: Milenial asal Desa Cikembar Kabupaten Sukabumi, Brainy Brilliant menjadi salah satu peserta program Petani Milenial Juara dengan usaha membudidayakan burung puyuh. FOTO. HUMAS JABAR

Radarcirebon.com, CIRTIM – Sebanyak 2.204 petani muda Jawa Barat mengikuti peluncuran program Petani Milenial Juara secara daring dan luring, Jumat (26/3).

Lokasi peluncuran dilaksanakan di tengah lahan pertanian Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kab Bandung Barat, dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Ribuan petani milenial itu nantinya akan memilih jenis pertanian yang diminatinya , termasuk bidang perikanan dan peternakan. Salah satu petani milenial yang lolos dalam program ini,  Brainy Brilliant, yang tertarik untuk beternak burung puyuh.

“Saya ingin mengembangkan peternakan puyuh, sebab sudah hapal dengan peternakan burung puyuh ini,” jelasnya.

Brainy mengakui sudah beberapa tahun ini bersama rekan-rekannya dalam sebuah kelompok tani di Desa Cikembar Kabupaten Sukabumi, membudidayakan burung puyuh. Sebanyak 2.000 ekor burung puyuh kini berhasil diternakkan.

Dari peternakan burung puyuh itu, Brainy mengaku bisa mendapatkan penghasilan kotor Rp300 ribu rupiah per hari, hanya dari jualan telur puyuh saja.

Baca juga: Program Petani Milenial Diresmikan, Ridwan Kamil: Upaya Kami Kurangi Pengangguran Pascapandemi Covid-19

Ia kemudian berkeinginan untuk mengembangkan peternakan puyuh lebih luas lagi. Namun karena keterbatasan modal pribadi dan anggota dari kelompok tani, rencana itu masih belum dimulai.

Kabar bersambut saat ia mendapatkan informasi dari grup whatsapp tentang program Petani Milenial Juara dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar).

“Saya tertarik lalu membuka website dan baca-baca. Ternyata sangat sesuai dengan passion saya. Saya kan sudah jalan dengan peternakan puyuh, jadinya langsung daftar,” ujar anak muda berusia 22 tahun ini.

Ia kemudian mendaftarkan diri dengan mengisi google form yang disediakan. Kemudian mengikuti seleksi hingga pada tahap wawancara.

“Saat wawancara saya jawab santai saja, yang saya tahu saja, kebetulan kan memang sudah terjun di peternakan,” tuturnya.

Ia mengaku tertarik dengan petani milenial karena merasa prihatin dengan semakin berkurangnya anak muda yang terjun dalam bidang pertanian dan peternakan. Apalagi, menurutnya, kini akan ada dukungan dari Pemda Provinsi Jabar agar milenial sukses dalam bertani.

“Jika ada bantuan, saya ingin menambah bibit puyuh agar tentunya menambah penghasilan. Kalau 2.000 ekor, butuh bantuan sekitar Rp50 juta. Jika dihitung, seribu ekor puyuh mampu memberikan penghasilan Rp2 juta per bulan, jadi tinggal dikalikan saja,” tuturnya.

Brainy melihat pada masa pandemi Covid-19,  ternyata sektor usaha yang berkaitan dengan makanan dapat bertahan dengan baik. Sehingga ia sangat yakin dengan usaha peternakan puyuh ini.

Kedepan, selain menjual telur mentah, saat ini sudah mulai ada upaya untuk menambah nilai produk yang dihasilkannya. Yakni, membuat telur asin puyuh, mengemas daging puyuh matang dalam kaleng dan lainnya.

“Olahan hasil puyuh sudah disiapkan agar ada nilai tambahnya. Burung puyuh yang sudah tidak bertelur atau afkiran masih ekonomis dengan memanfaatkan olahan dagingnya,” pungkasnya.

Baca juga: Hei Milenial! Jadi Petani di Jawa Barat, Bakal Diguyur Modal Segini

Berdasarkan hasil survei pertanian antarsensus (sutas) 2018  yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Jawa Barat mencapai 3.250.825 orang.

Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen. Kondisi tersebut tentu memberikan efek domino bagi sektor pertanian di Jawa Barat.

Sementara itu, Bank bjb menjadi bank utama yang membiayai modal para petani milenial dengan bunga sangat rendah, yakni melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Corporate Secretary Bank bjb, Widi Hartoto mengatakan dana yang disiapkan pada tahun ini untuk keseluruhan KUR petani milenial mencapai  Rp1,1 triliun .

“Disesuaikan dengan kuota KUR Bank bjb dari pemerintah yakni Rp 1,1 triliun dan juga pembiayaan non KUR dengan pola BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit),” ujarnya, Kamis (25/3). (jun/radar Cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.