Terruntuk BKKBN Jabar, Ridwan Kamil: Langsung Gaspol Saja

oleh -15 views
LANGSUNG GASPOL: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4). FOTO. BIRO ADPIM JABAR
LANGSUNG GASPOL: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4). FOTO. BIRO ADPIM JABAR

Radarcirebon.com, CIRTIM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4).

Pada kesempatan tersebut, dia mengatakan, secara kewilayahan, BKKBN Provinsi Jawa Barat berada dalam koordinasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, ia mendorong agar BKKBN  berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat untuk selesaikan permasalahan kependudukan dan keluarga berencana.

“Mohon untuk gaspol saja, karena ini cuma seremoni, langsung ngabret saja apa yang tadi saya titipkan,” kata Ridwan Kamil.

Pria yang biasa disapa Kang Emil ini  mengungkapkan, saat ini angka kelahiran di Jawa Barat masih tinggi yaitu 2,5 persen. Sementara jumlah penduduknya juga tertinggi di Indonesia. Situasi tersebut berpotensi over populasi.

“Pada saat mereka dewasa akan berebut sumber daya karena hakekatnya pembangunan itu tidak bisa dihentikan, yang bisa itu dikendalikan,” ungkapnya.

Baca juga: Percepat Digitalisasi Ekonomi, Ridwan Kamil: Jawa Barat Punya Program Desa Digital

Proporsi jumlah penduduk dengan keterbatasan sumber daya harus menjadi perhatian BKKBN Jawa Barat. “Jumlah manusia dengan keterbatasan sumber daya yang ada di Jawa Barat harus memadai, maka tugas BKKBN menjadi sangat penting,” kata Kang Emil.

Kang Emil pun optimistis, BKKBN Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Wahidin bisa menguatkan konsep pengendalian kependudukan, termasuk meningkatkan kualitas keluarga untuk menekan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kami tak ingin terdengar lagi ada KDRT termasuk kepada anak yang saat ini masih mengemuka,” tuturnya.

Kang Emil juga meminta BKKBN Provinsi Jawa Barat untuk membuat kampanye keluarga harmonis melalui media sosial secara intensif supaya menjadi contoh bagi masyarakat.

“Diviralkan lewat medsos siapapun keluarga yang harmonis dan anaknya dua, karena masyarakat kita itu sering mengikuti apa yang dilihat khususnya di medsos,” ucapnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Wahidin mengaku bahwa provinsi ini memiliki tantangan tersendiri karena memiliki populasi terbesar.

Baca juga: Kunjungi Keluarga Kru KRI Nanggala-402, Ridwan Kamil: Saya Turut Berbelasungkawa

Menurutnya, Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total yang tinggi di Jawa Barat, yakni 2,5 persen, menandakan wanita dalam usia subur cenderung memiliki tiga anak. “Tentu ini menjadi prioritas kita untuk pengendalian,” tutur Wahidin.

Salah satu strategi yang akan dilakukan BKKBN Provinsi Jawa Barat adalah mendorong pasangan usia subur menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang.

“Metode ini akan memperkecil putus pakai karena di Jawa Barat terbesarnya menggunakan suntik dan pil,” katanya.

Sebelumnya, Wahidin merupakan Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN. Pada 2016, ia juga pernah menjabat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. (rls/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *