Ridwan Kamil kepada Kader KAMMI: Kuasai Bahasa dan Dunia Digital

oleh -17 views
KOMPETITIF: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi keynote speaker KAMMI Scholarship Festival secara daring dari Kota Bandung, Sabtu (24/4). FOTO. BIRO ADPIM JABAR FOR RADAR CIREBON
KOMPETITIF: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi keynote speaker KAMMI Scholarship Festival secara daring dari Kota Bandung, Sabtu (24/4). FOTO. BIRO ADPIM JABAR FOR RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM  – Agar mampu bersaing dalam kompetisi global, generasi milenial harus mampu menguasai bahasa dan dunia digital. Apalagi, setelah Covid-19, dunia semakin kompetitif dengan adat kebiasaan barunya.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) saat menjadi keynote speaker KAMMI Scholarship Festival secara daring dari Kota Bandung, Sabtu (24/4).

Baca juga: Analis Budidaya Perikanan: Millenial Shrimp Farm, Cara Jitu Menarik Minat Anak Muda Jadi Petambak

“Kader KAMMI tidak boleh jadi mahasiswa medioker. Anda harus excellent, harus mumtaz, harus juara,” ujarnya

Selain bahasa Arab yang diperlukan memahami Alquran dan hadits, kader KAMMI juga wajib menguasai bahasa Inggris dan dunia digital. “Dan tentunya tambahan-tambahan leadership serta penguasaan lain,” tambahnya.

Sebagai calon pemimpin bangsa, setidaknya ada tiga prinsip yang harus diresapi sejak saat ini, yakni ibadah, dakwah, dan kebermanfaatan.

Menjadi pemimpin, menurutnya, adalah amanah yang harus diawali dengan niat beribadah. Sehingga, ketika berkuasa apa yang dilakukan senantiasa berada dalam koridor dakwah. Dengan begitu, kebijakan yang keluar dapat membawa manfaat bagi semua orang.

Baca juga: Atalia Kamil Positif Covid-19, Ridwan Kamil Dapat Tips dari Tung Desemwaringin

“Saya berdakwah dengan Islam melalui kekuasaan. Dakwah terhebat itu melalui kekuasaan. Dengan satu surat keputusan saya bisa memberhentikan kemudharatan, dengan satu perintah bisa memajukan dakwah Islam,” sebutnya.

Dalam dua tahun sebagai Gubernur bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, Pemda Provinsi Jawa Barat  punya program Satu Desa Satu Penghapal Al-Qur’an.

“Alhamdulillah dari 5.300 desa selama dua tahun ada 3.000 desa. Sekarang sudah punya penghapal Al-Qur’an,” tutupnya. (rls/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.