Program Petani Milenial Diresmikan, Ridwan Kamil: Upaya Kami Kurangi Pengangguran Pascapandemi Covid-19

oleh -66 views
INOVASI: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Kick-Off Program Petani Milenial. Peresmian itu ditandai dengan penyematan apron kepada perwakilan petani milenial di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3). FOTO. HUMAS JABAR
INOVASI: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Kick-Off Program Petani Milenial. Peresmian itu ditandai dengan penyematan apron kepada perwakilan petani milenial di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3). FOTO. HUMAS JABAR

Radarcirebon.com, CIRTIM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Kick-Off Program Petani Milenial. Peresmian itu ditandai dengan penyematan apron kepada perwakilan petani milenial di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/3).

Ridwan Kamil mengatakan, sejumlah bantuan akan diberikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) dalam program tersebut. Mulai dari peminjaman lahan, permudah akses bank, sampai mencarikan offtaker atau pembeli.

“Semua ekosistem yang akan membuat petani milenial berhasil, hadir hari ini. Mulai dari pembelinya, penyedia lahan, yang memberi modal hingga komitmen perguruan tinggi yang mengembangkan teknologi pertanian,” katanya.

Menurutnya, program inovatif Jawa Barat ini bertujuan untuk mengurangi pengangguran, khususnya pascapandemi Covid-19. Selain itu, program tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan di Jawa Barat. Apalagi, pangan menjadi sektor yang tangguh meski dihantam pandemi.

Baca juga: Berkunjung ke Kasupuhan Ciptagelar, Ridwan Kamil Ingin Pastikan Perlindungan Kepada Masyarakat Adat Terjamin

“Jadi, tujuan paling dekatnya adalah pengurangan pengangguran setelah Covid-19. Dipilihnya pertanian karena hasil penelitian, selama Covid-19 yang tidak terpengaruh, salah satunya adalah pangan atau pertanian,” tuturnya.

Program Petani Milenial pun diharapkan dapat menarik minat generasi milenial untuk membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan.  Sebab, sektor pertanian saat ini belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil survei pertanian antarsensus (sutas) 2018  yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Jawa Barat mencapai 3.250.825 orang.

Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen. Kondisi tersebut tentu memberikan efek domino bagi sektor pertanian di Jawa Barat.

Selain itu, kata Kang Emil, program Petani Milenial bertujuan untuk menekan urbanisasi. Saat ini, mayoritas generasi milenial memilih berkarier di perkotaan.

“Covid-19 mengajarkan yang paling nyaman itu adalah tinggal di pedesaan tapi rezekinya perkotaan dan bisnis mendunia lewat digital,” tuturnya.

Kick-off Petani Milenial berlangsung di sejumlah daerah yang terhubung secara daring. Kang Emil ingin program ini tak hanya menjadi gerakan di level provinsi, tetapi juga di kota/ kabupaten. Ia memastikan kesuksesan petani milenial di tahap satu ini akan diperluas di berbagai daerah.

“Kalau tahap satu berhasil tinggal di-copy paste saja untuk menjadi kesuksesan yang meluas. Makanya, saya ingin ini tidak hanya gerakan oleh gubernur tapi juga bupati dan wali kota,” ujarnya.

Dalam program ini, tidak hanya sektor pertanian, saja yang digarap. Tetapi juga peternakan, perikanan, tanaman holtikultura dan perhutanan.  Dengan demikian, kemandirian pangan di Jawa Barat diharapkan bisa terwujud.

“Ini akan jadi fokus sampai akhir masa jabatan saya bahwa program food security ini harus jadi unggulan. Mudah-mudahan dengan program ini juga kita bisa mandiri pangan, tidak usah impor,” ucapnya.

Baca juga: BUMD Jabar Untung, Ridwan Kamil: Devidennya Bisa Buat Percepat Pembangunan Daerah

Dalam Kick-Off Petani Milenial, dilakukan juga sejumlah penandatanganan perjanjian kerja sama, antara bank bjb dengan PT Agro Jabar terkait penyaluran dan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi mitra binaan PT Agro Jabar.

Kemudian kerja sama antara Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar dengan PT Tani Hub Indonesia tentang pengembangan ekosistem tanaman pangan dan holtikultura berbasis teknologi di Jawa Barat. (rls/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.