Peta Wisata Kabupaten Cirebon Belum Jelas

oleh -57 views
RENDAH PROMOSI: Wisata Batu Lawang di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon FOTO. ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
RENDAH PROMOSI: Wisata Batu Lawang di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon FOTO. ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Potensi wisata di Kabupaten Cirebon belum menonjol. Pun promosinya, masih rendah. Kondisi itu disesalkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Heriyanto ST.

Politisi Partai Demokrat itu mempertanyakan wisata unggulan yang ada di Kabupaten Cirebon. Padahal, potensi itu banyak. Nyatanya, hingga kini belum memiliki peta wisata yang jelas.

“Kita tanya ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga  ternyata blue print wisata Kabupaten Cirebon saja tidak ada,” kata Heriyanto, Senin (28/6).

Ia mengakui, potensi wisata di Kabupaten Cirebon banyak. Kendalanya, ada pada kepemilikan lahan. “Mayoritas milik desa,” katanya. Harusnya, pemerintah daerah dalam hal ini bupati, bisa bekerja sama dengan desa. “Anggaran di desa ada. Kenapa tidak termanfaatkan untuk pengembangan wisata,” tuturnya.

Baca juga: Tujuh Warga Gebang Kulon Terpapar Covid-19, Pemdes Siapkan Ini

Menurutnya, salah satu sampel yang bisa menjadi proyeksi untuk wisata unggulan, ada di Batu Lawang, Kecamatan Gempol. Kendalanya, lahannya bukan milik pemda tapi milik Perhutani Majalengka. “Kita, komisi IV sudah berkoordinasi. Sudah ada MoU,” tegasnya.

Menurutnya, tinggal langkah kedepannya merealisasikan. Tidak bisa sendiri, atau menyerahkan sepenuhnya ke dinas yang jadi leading sektornya saja, harus keroyokan. Tanpa itu, jauh dari kemungkinan terwujud.

“Kami siap mendorongnya. Aturannya perlu ada Perda tentang Rencana Induk Kepariwisataan (Repda). Intinya, ada di kolaborasi. Tanpa itu, Cirebon Katon sulit terrealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Aktivis Cirebon Timur, Adang Juhandi juga mempertanyakan eksistensi wisata di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, belum ada prioritas yang jelas. Padahal, potensi itu cukup besar. Ketika terkelola dengan baik, bukan tidak mungkin, akan menambah PAD bagi Kabupaten Cirebon.

“Bukannya, pemerintah daerah sedang gencar-gencarnya ingin menaikan PAD. Peran Disbudparpora harus hadir. Kalau alasannya karena pandemi Covid-19 itu bukan alasan. Jauh sebelum pandemi pun geliatnya tidak jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, imbas dunia pariwisata ketika terkelola dengan baik, perputaran ekonomi terlihat. Penunjangnya perlu ditempuh, antara lain infrastruktur jalan. “Itu sudah jadi keharusan. Bagaimana orang bisa hadir mau berkunjung, kalau tidak ada jalannya,”  pungkasnya. (sam/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.