Pertama di Jabar, DTD Garfa NU Kab Cirebon Jadi Wadah Pembentukan Mental Perempuan

oleh -137 views
DIKLAT: Sebanyak 121 peserta mengikuti Diklat Terpadu Dasar Garda Fatayat NU, di antaranya ada yang berasal dari Sumatera. FOTO. FATAYAT NU
DIKLAT: Sebanyak 121 peserta mengikuti Diklat Terpadu Dasar Garda Fatayat NU, di antaranya ada yang berasal dari Sumatera. FOTO. FATAYAT NU

Radarcirebon.com, CIRTIM  – Untuk melahirkan perempuan muda NU yang tangguh dan siap menghadapi tantangan apapun, penguatan mental, tenaga, fisik dan pikiran perlu dilakukan.

Oleh karena itu, Fatayat NU sebagai wadah organisasi perempuan muda NU menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Garda Fatayat NU.

Dalam DTD juga punya peran penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para kader perempuan NU dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. Mulai dari persoalan radikalisme yang mulai menyasar perempuan dan anak, sosial, kemanusiaan dan pengawalan para nyai atau tokoh-tokoh perempuan dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat. Baik fatayat, NU maupun pesantren.

Kasatkorcab Garfa Kabupaten Cirebon, Laela Farhatun mengungkapkan, ada 121 peserta yang ikut pada DTD 1. Di antaranya ada yang berasal dari Sumatera.

Pendidikan dan pelatihan dasar ini sebagai pondasi awal untuk membentuk kader perempuan NU yang militan cinta NKRI, menjaga agama, bangsa, negara, serta menjaga NU Ahlussunnah Wal Jamaah.

“DTD 1 ini merupakan yang pertama di Jawa Barat (Jabar) dan kedua se-Indonesia. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membentuk mental perempuan muda NU dalam menghadapi persoalan yang ada di masyarakat,” ujar perempuan yang akrab disapa Ella saat ditemui di Yayasan Swarga Buana Jati Gemulung Lebak Greged.

Ella menambahkan, selama dua hari pelatihan, antusias peserta sangat tinggi. Peserta bukan hanya diberi bekal tentang ketahanan fisik. Tetapi juga tentang wawasan kebangsaan dan rasa cinta terhadap tanah air.

“Dari awal sampai akhir acara, alhamdulillah peserta antusias mengikuti materi demi materi” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon Roziqoh MPd mengungkapkan, Garfa merupakan wadah khusus bagi kader fatayat NU yang bertujuan memberikan dukungan protokoler dan pengamanan terhadap seluruh kegiatan yang melibatkan perempuan serta dapat memberikan respons cepat terhadap problem sosial dan kemanusiaan yang muncul di masyarakat.

Roziqoh menjelaskan, sebelum Pengurus Pusat Fatayat NU meresmikan Garfa, PC Fatayat NU sudah melakukan penguatan melalui Fatser (Fatayat Serba Guna). Setelah Garfa (Garda Fatayat) berdiri dan diresmikan sejak 2019 Fatser dialihkan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan penguatan buat kader-kader perempuan NU lewat Fatser, sekarang mengikuti PP jadi Garfa” terangnya.

Ia berharap, dengan adanya Garfa yang sudah dilatih dan dididik bisa menjadi bekal dan menjadi barisan terdepan yang memiliki kecakapan dan ketrampilan khusus dalam mengawal, menjaga dan mendukung terselenggaranya seluruh program kegiatan fatayat NU.

“Kami berharap mereka mampu menjadi penggerak dan pelopor keterlibatan fatayat dalam kegiatan-kegiatan sosial, budaya, kemanusiaan, pembangunan, perdamaian toleransi serta anti kekerasan dalam bentuk apapun,” harapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg merasa sangat bangga bisa berada di tengah-tengah perempuan muda NU yang antusias dengan pelatihan ini. Laki-laki berkacamata ini menegaskan, sangat mendukung dan selalu men-support semua kegiatan yang sifatnya memajukan sumber daya manusia dan pembangunan Kabupaten Cirebon.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, perempuan harus siap dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang ada di masyarakat, yang paling penting ini bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri sebagai perempuan”, terangnya saat memberikan sambutannya. (sam/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.