Persilahkan Masjid Buka Saat Ramadhan, JK: Tetap Patuhi Prokes

oleh -8 views
BOLEH DIBUKA: Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Muhammad Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa umat Islam di seluruh Indonesia boleh melaksanakan Shalat Tarawih di masjid selama Bulan Ramadhan 1422 Hijriah. FOTO. ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
BOLEH DIBUKA: Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Muhammad Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa umat Islam di seluruh Indonesia boleh melaksanakan Shalat Tarawih di masjid selama Bulan Ramadhan 1422 Hijriah. FOTO. ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Segala persiapan telah dilakukan, termasuk menyiapkan sarana ibadah, seperti masjid, musala dan surau.

Dilansir dari Fajar Indonesia Network, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan umat Islam di seluruh Indonesia boleh melaksanakan Shalat Tarawih di masjid selama Bulan Ramadhan 1422 Hijriah. Namun, tetap mentaati protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Kita persilakan masjid di semua daerah dibuka. Tetapi tetap dengan menjaga jarak,” kata JK, Selasa (23/3).

Mantan Wapres itu, mengakui, pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan kali ini tetap dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19. Hanya saja, situasinya agak berbeda.

Jika pada tahun 2020 lalu, umat Islam dianjurkan beribadah di rumah saja. Maka tahun ini, ibadah dapat dilakukan di masjid. “Tapi ketentuannya, harus menggunakan masker. Ini bedanya dengan situasi sebelumnya. Karena, mal  juga sudah dibuka. Masa masjid nggak boleh dibuka,” jelas JK.

Dia mengingatkan kembali soal protokol kesehatan ekstra ketat, yang harus diterapkan. Di antaranya, menjaga jarak minimal 1 meter antar jamaah, memakai masker, membawa alas shalat masing-masing dan masjid wajib menyediakan fasilitas cuci tangan.

Untuk itu, JK meminta para pengurus masjid untuk bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak memakai masker pengurus masjid berhak melarang orang tersebut untuk mengikuti shalat berjamaah hingga akhirnya mau menggunakan masker.

“Kalau ada jamaah tak pakai masker suruh pakai masker, baru boleh masuk. Kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan, atau sabun,” jelasnya.

Selain itu, di setiap pintu masuk bisa ditaruh pengurus masjid untuk mengawasi. “Jadi di semua pintu-pintu ada pengurus jaga. Ukur suhu,” paparnya.

Protokol kesehatan sebenarnya tak terlalu rumit untuk diterapkan dan dilaksanakan. “Protokol kesehatan sederhana. Tidak ada yang rumit-rumit amat,” tandasnya.

Selain itu, JK juga menganjurkan, agar pelaksanaan ibadah Ramadhan dapat berjalan aman dan lancar. Maka, para pengurus masjid harus mulai melakukan pembersihan seluruh areal masjid dengan disinfektan.

“Sudah jelas, tempat-tempat umum dan mall-mall itu dapat dibuka dengan syarat laksanakan protokol kesehatan yang ketat. Nah, kalau masjid baiknya jika tidak bisa dengan semprotan, maka perlu dengan pembersih lantai,” tutupnya. (fin/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.