Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Puskesmas Bisa Jadi Alternatif

oleh -27 views
CARI SOLUSI: Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Siska Karima SH MH dan Mahmudi, melakukan rapat dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon yang diwakili Sekda Kabupaten Cirebon, Kepala Bapelitbangda, Kepala BKAD, Direktur RSUD Arjawinangun, Wakil Direktur RSUD Waled, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon dan DKPP, guna mencari solusi melambungnya pasien Covid-19. FOTO. KOMISI IV DPRD KABUPATEN CIREBON/RADAR CIREBON
CARI SOLUSI: Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Siska Karima SH MH dan Mahmudi, melakukan rapat dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon yang diwakili Sekda Kabupaten Cirebon, Kepala Bapelitbangda, Kepala BKAD, Direktur RSUD Arjawinangun, Wakil Direktur RSUD Waled, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon dan DKPP, guna mencari solusi melambungnya pasien Covid-19. FOTO. KOMISI IV DPRD KABUPATEN CIREBON/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM  – Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon terus intens berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Pasalnya, penumpukan pasien akibat kelangkaan ruangan di rumah sakit baik daerah maupun swasta saat ini menjadi pembahasan serius dan harus segera dicarikan solusinya.

Atas dasar tersebut, Komisi IV DPRD bersama dengan Sekda sepakat mengadakan rapat lanjutan percepatan penanganan penambahan kapasitas tempat tidur di RSUD maupun di Puskesmas.

 “Dalam pertemuan tersebut disepakati adanya penambahan tempat tidur  di RSUD Arjawinangun maupun Waled serta 11 Puskesmas DTP khusus untuk penanganan Covid.  Akan ditambah 112 tempat tidur untuk 11 Puskesmas,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina SH MH.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki gejala atau OTG, lanjut Siska, cukup Isoman di rumah. Namun, untuk OTG disertai gejala ringan yang maternal seperti ibu hamil yang OTG bisa di Puskesmas. Adapun jika ada gejala sedang ke berat, jelas akan diprioritaskan dilarikan ke rumah sakit.

“Intinya kita ingin memecah penumpukan pasien di rumah sakit. Kita juga memanfatkan 11 Puskesmas yang ada untuk dimaksimalkan dalam penanganan Covid,” ungkapnya.

Adapun jika Sport Center Watubelah digunakan untuk pemusatan penanganan Covid-19, Siska menambahkan, akan memakan anggaran yang sangat fantastis dengan fasilitas yang terbatas. Sehingga, pelayanan dan penanganannya tidak maksimal. Belum lagi perbaikan dan persiapan-persiapan yang lumayan banyak dalam prakteknya. “Anggarannya fantastis jika di Sport Center,” katanya.

Sementara, apabila di Puskesmas semuanya sudah tersedia seperti tempat tidur dan tenaga kesehatan. “Tinggal sifatnya penambahan-penambahan saja,” lanjut dia.

Sehingga, tambah politisi Partai Golkar ini, tinggal berlari saja dalam rangka memberikan solusi dalam penanganan Covid-19 yang ada lewat maksimalisasi Puskesmas.

Untuk ibu hamil dan bayi yang terpapar tapi tidak disertai gejala dan resiko yang tinggi bisa memanfaatkan Puskesmas yang ada. Karena yang lahiran saat ini sangat kesulitan masuk ke rumah sakit, karena haris wiatinglist.

“Kami dari Komisi IV mendorong percepatan penanganan kelangkaan ruangan di Rumah Sakit dalam pekan ini. Dan, komunikasi kami bersama Pemda terus berjalan dan intens dalam rangka percepatan penanganan Covid di Cirebon,” pungkasnya. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.