Minta Restu ke Sesepuh Cirebon Untuk Long March ke Jakarta, Qorib: Saya Siap Berjuang dan Berkorban Demi Pendidikan

oleh -253 views
MINTA RESTU: Qorib SH MH meminta restu kepada sesepuh Cirebon sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunungjati, Dadang Sukandar Kasidin. FOTO. ISTIMEWA
MINTA RESTU: Qorib SH MH meminta restu kepada sesepuh Cirebon sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunungjati, Dadang Sukandar Kasidin. FOTO. ISTIMEWA

Radarcirebon.com, CIRTIM – Penggagas long march Cirebon-Jakarta untuk menyampaikan petisi organisasi masyarakat (ormas)/LSM/OKP se-Kota/Kabupaten Cirebon kepada Presiden Joko Widodo guna menghentikan sekolah online, Qorib SH MH CIL C ME bertemu dengan sesepuh Cirebon, yakni Dadang Sukandar Kasidin.

Pertemuan yang terjadi Senin (26/4) siang tersebut berlangsung kidmat. Pasalnya, banyak wejangan yang disampaikan ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunungjati kepada tim rombongan long march yang diwakili Qorib.

Ketika dikonfirmasi, Qorib mengatakan bahwa Dadang Sukandar Kasidin sangat mendukung langkah yang akan dilakukan olehnya dan rekan-rekan perwakilan ormas/LSM dan OKP sebagai wujud protes atas belum diterapkannya kebijakan sekolah tatap muka. “Beliau sangat mendukung, karena sampai dengan saat ini belum ada ketegasan dari pemerintah mengenai pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka,” katanya.

Lanjut Qorib, Dadang juga mengingatkan agar dalam pelaksanaan long march ke  Jakarta, para peserta agar tetap memperhatikan keselamatan, kesehatan dan tetap menjaga ibadah puasanya. “Tujuan yang baik, harus didukung fisik dan mental yang baik pula, sehingga membawa hasil yang baik, itu kata beliau kepada saya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Qorib melalui akun media sosialnya menyatakan akan melakukan long march Cirebon-Jakarta guna mendesak Presiden Joko Widodo agar segera menghentikan kebijakan sekolah secara online dan segera membuka pembelajaran tatap muka.

“Meski pemerintah berencana akan membuka sekolah pada bulan juni, tapi saya melihat hanya sekedar wacana. Sebab, sejak bulan Januari lalu, Menteri Pendidikan sudah mengatakan akan membuka sekolah tapi nyatanya sampai dengan sekarang belum semua sekolah,” paparnya.

Salah satu faktornya adalah, ujar Qorib adalah tidak adanya keberanian dari pemerintah daerah untuk segera membuka sekolah, karena mereka tidak di-backup oleh aturan yang jelas. “Jika mereka di-backup aturan, pasti para bupati dan walikota pun segera membuka sekolah,” ujarnya.

Dia menegaskan, jangan pandemi Covid-19 dijadikan alasan bagi pemangku kebijakan untuk menghancurkan pendidikan Indonesia. Sebab, dengan sistem pembelajaran secara online banyak efek negatif, ketimbang positifnya.”Sampai kapanpun virus Covid-19 tidak akan cepat hilang. Tapi, jangan korbankan pendidikan kita. Saya siap berjuang dan berkorban demi pendidikan Indonesia yang lebih baik” tegasnya. (jun/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.