Menyasar Milenial Untuk Perekrutan Aksi Teror, Pengamat: Libatkan Mereka Dalam Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

oleh -77 views
ILUSTRASI RADAR CIREBON
ILUSTRASI RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Para kaum milenial, waspadalah. Sebab, aksi terorisme belakangan dilakukan generasi milenial. Artinya, para teroris menyasar milenial dalam perekrutan.

Menurut Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati bahwa salah satu alasan para teroris ini menyasar kaum milenial mengingat mereka tengah mencari jati diri.

“Milenial kebanyakan masih mencari jati diri dan mengikuti arah pihak yang paling berpengaruh,” tuturnya dalam siaran pers yang dilansir dari Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (1/4).

Dia mengatakan,  aksi teror yang terjadi secara berturut-turut dalam sepekan, dilakukan oleh generasi milenial. Pertama serangan bom Makassar dilakukan oleh pasangan milenial yang masih berusia 26 tahun. Demikian pula aksi seorang wanita berusia 26 tahun di Mabes Polri.

“Mereka adalah korban dari penetrasi ideologi kekerasan global yang masuk ke Indonesia,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini pola rekrutmen lebih terbuka yakni menggunakan media sosial, ruang publik seperti sekolah, kampus dan perkumpulan keagamaan.

“Oleh karenanya, pemerintah juga harus melibatkan milenial sebagai upaya melakukan pencegahan agar tidak ada perekrutan baru,” ungkapnya.

Lebih jauh, Susaningtyas  meminta masyarakat dalam menganalisa aksi terorisme harus dilihat secara holistik.

“Kejadian bom bunuh diri itu tentu saja sinyal bahwa mereka ingin menunjukkan eksistensinya. Oleh karena itu, harus dikenali embrio terorisme di Indonesia itu apa saja,” ujarnya.

Maka, selain melibatkan milenial, pemerintah juga diharapkan melibatkan tokoh-tokoh publik.

“Rekrutmen terorisme selain dilakukan tertutup, juga ada ruang publik yang dipakai dalam proses penjaringan seperti di media sosial,” katanya.

Yang juga perlu diwaspadai adalah proses yang disebut “enabling environment” yaitu menormalisasi hal yang tidak normal dirasa normal. “Ini tidak boleh disepelekan dan harus jadi perhatian serius semua kalangan, ” pungkasnya. (fin/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *