Larangan Mudik, Berpengaruhkah Terhadap Partisipasi Pemilih Dalam Pilwu Serentak di Indramayu?

oleh -32 views
ILUSTRASI RADAR CIREBON
ILUSTRASI RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran pada tahun ini. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kendati jumlah calon pemilih bakal terkoreksi, Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) tetap optimistis partisipasi pemilih tetap meningkat.

Mereka bakal berbondong-bondang datang ke TPS pada hari pemungutan suara Pilwu Serentak di Kabupaten Indramayu pada 2 Juni mendatang.

Ketua Panpilwu Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Suprapto mengakui, adanya larangan mudik berpengaruh terhadap jumlah pemilih.

Pasalnya, banyak warga yang bekerja di luar daerah, namun terhalang untuk pulang kampung.

Baca juga: Minimalisir Penyebaran Covid-19, Pj Camat Gantar: Calwu Harus Sukseskan PPKM Skala Mikro

Selain larangan mudik, faktor lainnya yaitu puncak hari H pelaksanaan Pilwu Serentak pada 2 Juni 2021 nanti bukan pada hari libur nasional.

Ditambah lagi, pelaksanaan Pilwu diadakan di tengah pandemik Covid-19. “Memang akan terkoreksi. Tapi kami yakin untuk pengaruh partisipasi pemilih tidak begitu besar, tetap tinggi,” kata dia, Rabu (5/5).

Merujuk pada penyelenggaraan Pilwu sebelumnya, angka partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih terus mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena adanya tambahan data pemilih pemula.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan prosentase kenaikannya di karena penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum di lakukan.

“Sesuai tahapan penetapan DPT akan di lakukan pada tanggal 10 Mei 2021 nanti. Baru akan ketahuan peningkatannya berapa persen,” jelasnya.

Baca juga: Jaga Kondusifitas, MUI Patrol: Kampanye Pilwu Harus Tonjolkan Program

Senada disampaikan Sekretaris Panpilwu Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Sudarsono. Bahkan dia memastikan, jumlah pemilih akan mengalami kenaikan. Sebab dalam aturannya,  pemilih yang terdaftar adalah warga desa yang berusia 17 tahun atau lebih.

“Artinya meskipun pemilih tersebut tidak berada di kampung halaman, diluar daerah sekaliun mereka akan tetap tercatat dalam daftar pemilih,” ujarnya.

Di samping itu, larangan mudik diperkirakan hanya berlaku temporer, yakni menyambut lebaran dan beberapa hari setelahnya. Setelah itu warga dimungkinkan bisa kembali pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Malah kelihatannya, warga sudah pada balik mudik dini. Sebelum adanya larangan,” ungkapnya. (kho/radarindramayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.