Infrastruktur Daerah Masih Tertinggal, Kadis PUPR Kab Cirebon: Saya Malu

oleh -264 views
MONITORING: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg bersama Wakil Bupati Hj Wahyu Tjiptaningasih SE MSi saat monitoring pembangunan jalan di Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Selasa (22/6). FOTO. SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
MONITORING: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg bersama Wakil Bupati Hj Wahyu Tjiptaningasih SE MSi saat monitoring pembangunan jalan di Desa Kaliwedi Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Selasa (22/6). FOTO. SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Cirebon belum merata, kondisinya masih jauh dari harapan. Tertinggal dari kota/kabupaten tetangga. Alasannya masih klasik. Lagi-lagi terbentur dengan anggaran.

Tahun ini, baru anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang terlaksana oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cirebon.

Sementara ratusan kilometer jalan milik Kabupaten Cirebon masih dalam kondisi rusak ringan hingga sedang. Hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

Tentu saja, kondisi ini mengganggu aktivitas warga, terutrama dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial.

Kepala DPUPR Kabupaten Cirebon Ir Iwan Rizki juga mengaku malu dengan kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Cirebon. Meski demikian, pihaknya menargetkan di tahun ini peningkatan jalan akan berlangsung sepanjang 50 km.

“Malu, pasti malu. Tapi itulah kondisi yang terjadi di kita,” ujar Iwan di sela-sela monitoring peningkatan jalan Desa Gegesik-Desa Kaliwedi Kidul bersama Bupati Drs Imron MAg dan Wakil Bupati Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi, Selasa (22/6).

Iwan mengaku progres peningkatan jalan tersebut baru 22,8 persen. Ini sudah sangat bagus. Dari target awal di tanggal 19 Juni pada prosentase 14 persen. Anggarannya sendiri di angka Rp10,7 miliar dengan panjang 4150 meter. “Sumber anggaran itu dari DAK tahun 2021,” tuturnya.

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Pasar Tradisional Belum Terapkan Prokes Ketat

Iwan mengklaim ruas jalan milik Kabupaten Cirebon yang dalam kondisi mantap ada 1000 km lebih, dari total ruas jalan 1240 km. Artinya, kondisi jalan yang rusak berat itu panjangnya masih di angka 200 km.

“Targetnya di tahun ini 50 km jalan akan ada peningkatan kualitas. Karena di tahun 2021 bakal memprioritaskan perbaikan jalan status kabupaten yang mengalami kerusakan sejak 2020,” katanya.

Selain jalan, lanjut Iwan, pada 2021 ini PUPR Kabupaten Cirebon akan membangun 11 jembatan. Salah satunya penghubung Cirebon-Kuningan di Kecamatan Sedong yang belum lama ini ambruk.  

Anggaran yang sudah siap untuk perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan sebanyak Rp205 miliar. “Jumlah anggaran tersebut bukan cuma untuk perbaikan hal itu. Namun, itu untuk keseluruhan,” katanya.

Seperti diketahui, penanganan jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Cirebon sesuai SK Bupati Nomor: 620/Kep.545-BM/2016, untuk ruas jalan keseluruhan ada 564 ruas. Itu terdiri dari ruas jalan strategis dan lalu lintas umum dengan panjang total 1240,30 km.

Berdasarkan kondisi umum jalan Kabupaten Cirebon di tahun 2020, ada empat kategori. Yang pertama adalah kondisi baik, panjangnya 694,22 km. Kedua, kondisi sedang ada 339,19 km. Ketiga, kondisi rusak ringan ada 137,51 km. Yang terakhir adalah kondisi rusak berat, ada 69,40 km.

Sementara, jumlah jembatan di Kabupaten Cirebon ada 448 unit. Yang panjangnya 3805,53 meter. Terdiri dari empat kondisi, yang baik 341 unit, sedang 94 unit, rusak ringan 8 unit dan berat 5 unit.

Sementara itu, Wabup Cirebon Hj Wahyu Tjiptaningasih SE MSi mengatakan peningkatan jalan yang dilakukan pemerintah daerah adalah semangat membangun. Agar ke depan tak ada lagi wilayah termarjinalkan.

Maka, pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas. “Mudah-mudahan semangat kita membangun bisa terrealisasi. Meskipun masih ada refocusing di tahun ini,” singkatnya. (sam/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.