Hei Milenial! Jadi Petani di Jawa Barat, Bakal Diguyur Modal Segini

oleh -61 views
KUCURKAN MODAL: bank bjb mendukung program Petani Milenial Juara dengan menyuntikkan modal sebesar Rp1,1 triliun. FOTO. HUMAS JABAR
KUCURKAN MODAL: bank bjb mendukung program Petani Milenial Juara dengan menyuntikkan modal sebesar Rp1,1 triliun. FOTO. HUMAS JABAR

Radarcirebon.com, CIRTIM – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) telah menggulirkan program Petani Milenial Juara. Program unggulan ini diklaim sebagai solusi dikala pandemi Covid-19 untuk mengurangi pengangguran di Jawa Barat.

Guna mendukung suksesnya program tersebut, bank bjb sebagai salah satu BUMD Jawa Barat akan menyuntik modal bagi petani muda senilai Rp1,1 triliun.   

Bank bjb akan menjadi bank utama yang membiayai modal para petani milenial dengan bunga sangat rendah, yakni melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Corporate Secretary Bank bjb, Widi Hartoto mengatakan dana yang disiapkan pada tahun ini untuk keseluruhan KUR petani milenial mencapai  Rp1,1 triliun .

“Disesuaikan dengan kuota KUR Bank bjb dari pemerintah yakni Rp 1,1 triliun dan juga pembiayaan non KUR dengan pola BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit),” ujarnya, Kamis (25/3).

Besarnya dana yang akan diterima oleh petani milenial akan disesuaikan dengan rencana kerja usaha (RKU) yang diajukan petani milenial atau pihak offtaker. Untuk pola pembayaran angsuran dapat dilakukan sesuai dengan siklus usaha yang dibuat dalam RKU tersebut.

“Sesuai dengan bunga KUR yakni 6 persen. Pembayaran bisa dilakukan sesudah panen atau sesuai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Persyaratan untuk mendapatkan permodalan pun semuanya sama dengan pengajuan KUR,” jelasnya.

Widi menambahkan, selain permodalan  untuk petani milenial, bank bjb juga memiliki Pesat (Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) bagi pelaku UMKM. Program ini memberikan pendampingan intens kepada nasabah UMKM agar berkembang.

“Petani millenial merupakan petani muda yang sudah memiliki penghasilan berkala, di mana mereka sudah punya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi terkadang lupa menyiapkan simpanan untuk pensiun. Nah, bjb juga akan memberikan program pensiun bagi petani, atau DPLK. Jadi di masa tua nanti bisa semakin sejahtera, ” tutupnya.

Bank bjb juga terus mendorong pembentukan kultur pembayaran digital bagi masyarakat yang nantinya diharapkan dapat menjadi pintu gerbang pembiasaan masyarakat.

Khususnya dalam hal pembayaran transaksi digital serta meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui digitalisasi perbankan dengan menggunakan big data untuk menyusun strategi pengembangan produk dan layanan digital.

Salah satunya adalah mendorong digitalisasi penerimaan pajak pemerintah daerah melalui teknologi Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS).

Baca juga: Program Petani Milenial Diresmikan, Ridwan Kamil: Upaya Kami Kurangi Pengangguran Pascapandemi Covid-19

Perlu diketahui, Pemdaprov Jabar telah menyiapkan lahan 1.000 hektare untuk digarap 5.000 petani milenial. Hingga kini jumlah pendaftar sudah mencapai 8.900 orang, sebanyak 2.240 telah lolos seleksi berikutnya.

Jumlah petani milenial paling banyak mendaftar berasal dari kawasan Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Sumedang dan Garut.

Profil para pendaftar sekitar 45 persen berumur 20-24 tahun dan 28 persen berumur 25-29 tahun. Pendaftar didominasi laki-laki sekitar 87 persen sedangkan perempuan 13 persen.

Hingga saat ini para milenial yang meminati tanaman pangan ada 1.010 orang. Sementara hortikultura 951 orang. Saat ini ada dalam posisi evaluasi akhir atau wawancara sampai tanggal 10 April 2021 nanti. (rls/radar Cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.