Covid-19 Melonjak, Pasar Tradisional Belum Terapkan Prokes Ketat

oleh -35 views
CEK PROKES: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar, Hj Yuningsih MM saat mengunjungi pasar tradisional di Kabupaten Cirebon, Selasa (22/6). FOTO. ISTIMEWA/RADAR CIREBON
CEK PROKES: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar, Hj Yuningsih MM saat mengunjungi pasar tradisional di Kabupaten Cirebon, Selasa (22/6). FOTO. ISTIMEWA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Meskipun tren penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon tengah meningkat, namun protokol kesehatan (Prokes) di pasar tradisional terkesan sangat longgar.

Kondisi tersebut membuat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Yuningsih MM prihatin. “Saya tadi datangi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cirebon, namun sayangnya tidak ada penerapan prokes , padahal ini kasus Covid-19 lagi meningkat sekali,” ujarnya, Selasa (22/6).

Menurut Yuningsih, para pedagang dan pembeli sudah tidak ada kesadaran untuk menerapkan prokes dalam kegiatan di pasar tradisional.

“Sudah tidak pakai masker, tidak ada jarak. Pedagang dan pembeli ini sudah sama-sama tidak ada kesadaran untuk minimal menjaga dirinya sendiri agar tidak tertular Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, Yuningsih juga belum melihat keseriusan pengelola pasar yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon untuk melakukan imbauan agar para pengunjung maupun penjual di pasar tradisional untuk menerapkan prokes.

”Harusnya pengelola pasar atau melalui Disdagin ini harus melakukan upaya penerapan prokes di pasar tradisional,” tegasnya.

Yuningsih mengatakan, seharusnya pengelola pasar tradisonal mencontoh pasar modern yang sudah tertib menerapkan protokol kesehatan.

“Coba kita lihat di pasar modern atau supermarket itu sudah sangat ketat dalam penerapkan prokesnya. Pengunjung datang wajib cuci tangan, di cek suhu tubuhnya dan wajib menggunakan masker serta menjaga jarak. Namun pasar tradisional di Kabupaten Cirebon tidak ada seperti itu,” tuturnya.

Dengan melonjaknya kasus Covid-19, Yuningsih khawatir pasar tradisional akan menjadi cluster baru di Kabupaten Cirebon.

“Kalau kondisinya seperti ini terus, bukan tidak mungkin pasar tradisional ini akan menjadi cluster dengan dominasi penyebaran virus Covid-19, ini harus segera ada antisipasi,” ungkapnya.

Pihaknya meminta dinas terkait yang mengelola pasar tradisional milik Pemerintah Daerah untuk bisa memperbaiki penerapan prokes Covid-19. “Harus segera ada pembenahan oleh dinas terkait, jangan sampai terlambat,” tandasnya.

Sementara, melalui sambungan telepon selulernya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendar mengatakan, pihaknya belum bisa menjawab masalah tersebut karena masih berada di luar kota.

“Saya masih ada kegiatan dinas di Bandung,” katanya. Setelah pulang dari Bandung, Dadang akan mengumpulkan jajarannya terlebih dahulu. (den/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.