Cadangan Beras di Bulog Cirebon Aman, Disperindag Jabar: Berbelanjalah Dengan Tenang

oleh -14 views
FOTO. DOKUMEN RADAR CIREBON
FOTO. DOKUMEN RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Tidak perlu khawatir, dua pekan menjelang bulan suci Ramadan, cadangan beras di gudang Perum Bulog Cirebon cukup melipah. Bahkan, bisa untuk memenuhi kebutuhan sampai 13 bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Cirebon Ramadin Ruding menyebutkan saat ini terdapat 70 ribu ton cadangan beras milik pemerintah dan komersial yang tersimpan di beberapa gudang milik Bulog Cirebon.

Dengan jumlah tersebut kata Ramadin, maka asumsinya bisa mencukupi kebutuhan 13 bulan ke depan. Estimasi penyaluran beras dari Bulog Cirebon maksimal 5.000 ton.

“Estimasi kita per bulan menyalurkan 5.000 ton, jadi ketika jumlah stok beras tersebut dibagi, maka akan ketemu antara 13 sampai 14 bulan ke depan,” katanya.

Menurutnya, beras yang dikonsumsi masyarakat adalah hasil produksi pertanian dalam negeri. Sehingga, keuntungannya pun dirasakan para petani lokal.

Lebih lanjut, ujarnya, di tingkat petani, ketersediaan beras di Kabupaten Cirebon masih mengalami surplus.  “Kabupaten Cirebon termasuk surplus. Tahun lalu saja secara nasional meski pengadaan beras tengah menurun, tapi untuk Kabupaten Cirebon tertinggi pengadaan berasnya,” tukasnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) menjamin harga barang kebutuhan pokok tetap stabil memasuki bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat ((Disperindag Prov Jabar)  M. Arifin Soedjayana mengatakan, fluktuasi harga pangan hanya terjadi pada cabai rawit dan akan kembali stabil saat panen raya tiba pada Bulan April dan Mei 2021 mendatang.

“Yang sedikit terganggu adalah cabai rawit. Stok sedikit berkurang, tapi masih tersedia. Bahan pokok lain, dari hasil pemantauan, stok dan harga masih aman,” kata Arifin di Kota Bandung, Senin (29/3).

Arifin menuturkan, pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) dan APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) apabila ada kenaikan harga secara signifikan dalam beberapa hari atau minggu ke depan.

“Masyarakat diharapkan dapat berbelanja dengan tenang ketika stok dan harga terkendali. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk membeli barang kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhan. Jangan berlebihan,” pungkasnya. (via/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.