Begini Sikap PCNU Kab Cirebon Atas Terpidana Narkoba Yang Lolos Dari Hukuman Mati

oleh -85 views
DORONG KASASI: Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menolak keringan hukuman oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat bagi terpidana mati penyelundup narkoba, Senin (28/6). FOTO. ISTIMEWA/RADAR CIREBON
DORONG KASASI: Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menolak keringan hukuman oleh Pengadilan Tinggi Jawa Barat bagi terpidana mati penyelundup narkoba, Senin (28/6). FOTO. ISTIMEWA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, menolak keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat. Pasalnya, meloloskan enam terpidana penyelundupan narkoba sebarat 402 kg dari hukuman mati.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi mengatakan, bahwa narkoba sangat nyata membahayakan masyarakat. Sehingga, sangat perlu memberikan hukuman yang maksimal.

“Kami menolak (putusan PT Jabar) dan mendukung kasasi,” ujar Kang Aziz-sapaan akrabnya, Senin (28/6).

Menurutnya, pengurangan hukuman kepada terpidana narkoba tersebut, tidak senyawa dengan maqashidu al-syariat (tujuan pemberlakuan hukum syariat), antara lain, menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga akal (hifz al-aql).

Sebab, jika tidak diberikan efek jera yang maksimal bagi para pelaku, maka dipastikan peredaran dan penyelundupan narkoba akan lebih marak.

“Semakin memberi ruang dan tidak memberikan efek jera maksimal pelakunya. Maka, ancaman merusak tatanan syariat yaitu, (menjaga jiwa dan menjaga akal)  menjadi sangat terbuka,” tegasnya.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, lanjut Kang Aziz, maka tidak ada alasan apapun untuk meringankan hukuman. Kecuali mengedepankan kemaslahatan umum, yaitu melindungi warga dari bahaya narkoba.

Ia pun menilai, keputusan pengurangan hukuman tersebut kontraproduktif, dengan upaya pihak kepolisian yang dengan tegas memberantas dan menindak para pelaku peredaran narkoba.

Sebelumnya, ada enam terpidana perkara penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu lolos dari vonis mati berdasarkan hasil putusan PN Cibadak, Sukabumi pada 6 April 2021. Setelah Pengadilan Tinggi (PT) di Bandung Jawa Barat mengeluarkan putusan tingkat banding yang diajukan para terpidana.

Tiga dari enam terpidana yang sebelumnya vonis mati, mendapat pengurangan hukuman menjadi 15 tahun penjara, sedangkan tiga terpidana lainnya, mendapatkan hukuman 18 tahun penjara. (sam/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.