Batik Trusmi Masuk RPJMD Provinsi, Bambang Mujiarto: DPRD Jabar Sepakat Segitiga Rebana Bukanlah Prioritas Dikala Pademi

oleh -22 views
CIREBON PRIORITAS: Kawasan Sentra Batik Trusmi masuk dalam revisi RPJMD Provinsi Jawa Barat. FOTO. ANDRI WIGUNA / RADAR CIREBON
CIREBON PRIORITAS: Kawasan Sentra Batik Trusmi masuk dalam revisi RPJMD Provinsi Jawa Barat. FOTO. ANDRI WIGUNA / RADAR CIREBON

CIRTIM  – Pembangunan di Kabupaten Cirebon mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kawasan Wisata Batik Trusmi masuk ke dalam pengesahan perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang sudah ketok palu dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat belum lama ini.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto ST saat dihubungi Radar, Minggu (28/2).

Menurutnya, ada beberapa perubahan mendasar saat pengesahan perubahan atau revisi RPJMD kemarin. Dengan kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus melakukan perubahan RPJMD agar menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Kita semua di DPRD sepakat, Segitiga Rebana bukanlah prioritas  di tengah pandemi Covid-19. Kita ingin pemerintah fokus kepemulihan ekonomi dengan mulai menghidupkan kantong-kantong perekonomian yang sudah ada,” ujarnya.

Baca juga: Ridwan Kamil Dorong Pusat Susun Perpres Kawasan Cirebon-Patimban- Kertajati

Politisi PDI Perjuangan mengatakan, salah satu yang masuk dalam RPJMD adalah penataan dan pengambangan kawasan batik Trusmi di Kabupaten Cirebon.  

Karena, kawasan tersebut merupakan kantong perekonomian yang ada. Seperti pengembangan wisata, kawasan bisnis dan potensi lainnya

 “Kawasan Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon masuk kedalam perubahan RPJMD. Pemerintah daerah harus menyambut baik, utamanya oleh dinas terkait untuk menyiapkan kebutuhan untuk pengembangannya,” imbuhnya.

Setelah masuk RPJMD, persiapan-persiapan harus segera dilakukan. Pasalnya, ketika sudah masuk kedalam RPJMD, berarti pengambangan kawasan Batik Trusmi menjadi salah satu program prioritas pemerintah provinsi untuk dieksekusi.

“Untuk teknis pelaksanaannya memang masih belum dijelaskan lebih lanjut, tapi program pengembangan kawasan ini akan terlaksana di sisa masa jabatan Gubernur Jawa Barat dalam waktu tiga tahun ini,”ungkapnya.

Oleh karena itu pihaknya meminta pemkab Cirebon melalui dinas terkait bersiap. Program ini bisa turun kapan saja.

“Jadi nanti tidak ada alasan programnya dadakan. Persiapan harus segera, potensi Batik Trusmi itu besar sekali, sebagai salah satu wilayah dengan potensi yang sangat besar,” pungkasnya. (dri/radar cirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.