Arah Pembangunan Kab Cirebon Berubah, Bupati : Dampak dari Pandemi Covid-19

oleh -85 views
HANTARAN: Bupati Cirebon menyampaikan hantaran perubahan RPJMD kabupaten Cirebon tahun 2019-2024. FOTO. SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
HANTARAN: Bupati Cirebon menyampaikan hantaran perubahan RPJMD kabupaten Cirebon tahun 2019-2024. FOTO. SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

Radarcirebon.com, CIRTIM – Tahapan perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 mulai berjalan. Jum’at (7/5), rancangan itu dihantarkan Bupati Cirebon dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon.

Perubahan RPJMD itu selanjutnya, akan dijabarkan kedalam dokumen rencana strategis perangkat daerah. Yang berlaku lima tahun dan rencana kerja pemerintah daerah berlaku satu tahun.

Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, tahapan pembahasan perubahan peraturan daerah RPJMD akan dilakukan secara silmultan dan komprehensif.

Utamanya, dalam menyepakati perubahan target-target pembangunan yang banyak mengalami tekanan dampak dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Cek Fakta! Segini Jumlah Pasien Covid-19 yang Ditangani RSUD Waled

“Maka, ada langkah yang harus diambil pemerintah daerah, yakni strategis secara jitu dan tepat sasaran yang diambil secara cepat dan tepat agar tidak ada perlambatan penanganan setiap masalah pembangunan,” ujar Imron.

Menurutnya, setelah hantaran RPJMD ini disampaikan melalui rapat paripurna, tahapan berikutnya adalah penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kepada Gubernur Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi.

“Setelah itu, baru bupati menetapkan tentang perubahan RPJMD menjadi perda,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan perubahan RPJMD ini, dalam masa jabatan yang tersisa tiga tahun lagi, pihaknya menargetkan dapat menyelesaikan permasalah-permasalahan utama yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Tentunya, dengan harapan kerjasama dan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan harus ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya masing-masing,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Rudiana SE mengatakan, tahun 2020 menjadi catatan besar. Covid-19 membuat hampir semua aspek target capaian kinerja pemerintah daerah meleset. Memaksa pemerintah melakukan perubahan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024.

“Setelah perubahan RPJMD 2019-2024 disepakati. Kita akan tindaklanjuti melalui  pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus), membahas lebih detail terkait target-target OPD yang selama pandemi Covid-19 tidak tercapai target kinerjanya,” tuturnya.

Rudiana menjelaskan, adapun target yang tidak tercapai itu, meliputi banyak hal. “Ini semua aspek, diubah. Utamanya, infrastruktur. Kita tau, di Kabupaten Cirebon banyak yang harus dibenahi. Dan tahun kemarin, kan tidak ada sama sekali pembangunan. Kalaupun ada, hanya beberapa saja. Terkendala Covid-19.

“Kami di legislatif  tentunya siap membantu eksekutif sebagaimana yang menjadi keharusan,” pungkasnya. (sam/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.