Aksi Long March Dapat Dukungan Dari Masyarakat, Qorib: Semangat Kami Terus Full 100 Persen

oleh -90 views
TERUS BERGERAK: Rombongan aksi long march Cirebon-Jakarta menuju Istana Negara menuntut dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih semangat dan terus bergerak menuju Jakarta. FOTO. DOKUMEN PRIBADI
TERUS BERGERAK: Rombongan aksi long march Cirebon-Jakarta menuju Istana Negara menuntut dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih semangat dan terus bergerak menuju Jakarta. FOTO. DOKUMEN PRIBADI

Radarcirebon.com, CIRTIM – Rombongan aksi long march Cirebon-Jakarta menuju Istana Negara menuntut dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sampai dengan saat ini masih berada di wilayah Indramayu.

Aksi yang dipimpin oleh Ketua LAKRI Kokab Cirebon, Qorib SH MH sudah memasuki hari ke-3 dengan jumlah peserta masih utuh, yakni 10 orang.

Disetiap pemberhentian atau tempat istirahat, peserta aksi banyak mendapatkan dukungan dan simpati masyarakat. Seperti memberikan tempat istirahat, ikut mengawal di perjalanan, sampai dengan memberikan logistik untuk bekal diperjalanan.

“Alhamdulillah, semangat teman-teman sampai dengan saat ini tidak pudar. Bahkan, full 100 persen karena banyaknya dukungan dari segenap elemen masyarakat,” kata Qorib, saat dihubungi via telepon, Jum’at (30/4).

Qorib pun berharap, dengan dukungan yang terus mengalir ini bisa menjadi energi positif dan pesan yang disampaikan dalam aksi ini bisa mengetuk hati para pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah strategis guna menyelamatkan dunia pendidikan di negara Indonesia.

“Perjalanan ini merupakan bagian kecil dari aksi menyelamatkan generasi bangsa dari kebodohan yang disebabkan oleh metode pembelajaran online. Semoga, pesan dalam aksi ini bisa segera diimplementasikan dalam sebuah kebijakan,” harapnya.

Baca juga: Rehat di Indramayu, Peserta Aksi Long March Disambut Hangat: Semoga Allah SWT Membalas Kebaikan Kalian

Perlu diketahui, lanjut Qorib, latarbelakang dari aksi ini merupakan kegelisahan sebagian besar orang tua dan guru atas kebijakan pemerintah yang menerapkan pembelajaran secara online, pasca merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah berharap, dengan menerapkan sistem tersebut bisa menekan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan pendidikan.

“Namun, dalam perjalanannya, banyak efek buruk yang ditimbulkan. Seperti, anak-anak yang menjadi malas karena tidak ada yang membimbing mereka untuk disiplin,” lanjut dia.

“Kemudian, kerena cara belajar mereka menggunakan gadget, membuat anak-anak terlena dan akhirnya terjerumus kedalam game online,” tambahnya.

Ditambah lagi, ketika pemerintah menggaungkan pembatasan aktivitas masyarakat. Tapi, dilain sisi pemerintah pun “membolehkan” tempat-tempat yang menjadi pusat berkerumun, seperti mall, tempat hiburan dan area publik lainnya untuk buka dengan dalih pemulihan ekonomi. “Inikan kontradiktif, boleh juga dong sekolah dibuka kalau begitu. Tapi, kenapa tidak segera dibuka,” jelasnya.

Baca juga: Kirimi Surat ke Jokowi Minta Sekolah Segera Dibuka, Qorib: Pecat Saja Menteri Pendidikannya

Oleh karena itu, dia pun berinisiasi mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo yang isinya adalah desakan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu untuk membuka sekolah.

“Namun, surat tersebut belum mendapatkan respon. Makanya, saya mewakili orang tua menggalang dukungan dan lahirlah aksi long march ini,” pungkasnya. (jun/radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *